Asperger Syndrome

Adalah salah satu gejala autisme dimana penderita sindrom ini mengalami kesulitan berkomunikasi dengan lingkungannya sehingga menyibabkan kemerosotan pada kehidupan sosialnya. Penderita sindrom ini umumnya memiliki IQ di atas rata-rata ataupun setara dengan orang-orang pada umumnya. Mereka mampu berbahasa dengan sangat baik dan cenderung terlibat sangat dalam pada pembicaraan topik tertentu dan memikirkan sesuatunya dengan sangat mendalam, sehingga banyak penderitanya yang dijuluki sebagai profesor kecil. Apabila anda berkomunikasi via text messenger ataupun sosial media lainnya mereka akan mengobrol dengan sangat baik dan terkesan seperti orang yang sangat ramah, menjawab pertanyaan anda dengan penjelasan yang panjang dan baik, sebaliknya saat anda bertatap muka dengan mereka secara langsung, mereka cenderung menampilkan yang sebaliknya.

Penderita sindrom ini mengalami kesulitan dalam memahami mimik wajah, dan juga tidak jarang mereka membuat raut wajah yang aneh, karena mereka tidak memahami cara menampilkan dan mengartikan mimik wajah itu sendiri.

Meskipun begitu, penderita sindrom ini mengalami masalah yang berbeda-beda antar penderitanya, ada yang akan merasa tertanggu dengan sentuhan seperti bentuk kasih sayang yang cenderung kita tuangkan dalam bentuk pelukan, tetapi ada pula penderitanya yang tidak mengenal personal space dan akan berbicara dengan anda dengan wajah yang hanya berjarak 2cm dari hidung anda, bagaimanapun, penderita sindrom ini mampu menjalankan kehidupannya dengan mandiri, tidak seperti penderita autisme lainnya. Asperger tidaklah termasuk suatu penyakit mental, dan tingkat keparahannya juga bervariasi, pada kasus yang parah, bahkan dapat membuat mereka terpeleset saat sedang berjalan dengan normal, hal ini berkaitan dengan cara otak mereka bekerja memang berbeda dibandingkan orang lain, bagian otak yang memiliki kaitan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain juga sebenarnya mengontrol bagaimana tubuh bergerak dan juga keseimbangan tubuh. Karena itu, seorang penderita sindrom Asperger terkadang mengalami masalah yang melibatkan pergerakan tubuh, seperti halnya olah raga, atau bahkan jalan kaki, yang kadang-kadang sering terpeleset, tergantung tingkat keparahannya. Mereka juga memiliki kebiasaan grogi/nervous.

Apabila disimpulkan, berikut adalah ciri-ciri pengidap sindrom asperger:

1. Terlalu fokus pada satu hal selama berjam-jam

Perhatikan anak jika memiliki satu ketertarikan berlebih pada sesuatu dan bisa memainkan (atau memperhatikan)nya selama berjam-jam.

2. Bagai profesor kecil

Penderita Asperger biasanya terlihat sangat pintar bak profesor kecil. Mereka memiliki kualitas verbal yang sangat baik, walaupun yang dibicarakan hanya yang mereka inginkan. Bahasanya pun cenderung terdengar formal.

3. Sulit berinteraksi sosial

Membaca bahasa tubuh sulit dicerna oleh penderita Asperger, sama sulitnya seperti bagaimana harus bergantian atau melakukan perbincangan. Ia tak bisa berkomunikasi dua arah, karena penderita Asperger selalu memegang kendali dan terus berbicara sendiri tanpa memperhatikan lawan

loner

4. Serba teratur

Anak dengan sindrom Asperger memerlukan rutinitas yang jelas, atau mereka akan kebingungan. Mereka terpaku akan rutinitas atau mereka bisa kesal dan marah.

5. Emosi yang tidak stabil

Saat semua tak sesuai rutinitas atau di luar keteraturan, anak penderita Asperger akan sulit mengontrol emosinya. Bisa meledak-ledak ataupun lewat tangisan berkepanjangan.

6. Terlihat seperti memiliki kurangnya empati pada diri mereka

Tanda lain penderita Asperger adalah terlihat seperti kurangnya rasa empati pada sekitar. Bagaikan hidup seorang diri mereka tidak mengerti bahwa orang lain memiliki perasaan atau kebutuhan.Padahal sebaliknya, mereka mengertidan tenggelam terlalu dalam pada setiap halnya. Mereka hanya tidak mengerti cara menyampaikan perasaan tersebut.

7. Tak mengerti intonasi bicara

Penderita Asperger akan kesulitan mengerti intonasi bicara ataupun aksen. Jadi, jangan heran jika mereka tidak tertawa akan lelucon Anda, karena mereka tidak bisa membedakan apakah Anda bercanda atau serius.

8. Sensitivitas sensori

Cahaya yang terlalu terang, suara yang terlalu bising, dan sentuhan tertentu bisa membuat penderita Asperger tidak nyaman karena sensitivitasnya yang tinggi. Mereka sangat mudah terstimulasi akan sensasi tertentu.

Syndrom ini sendiri ditemukan oleh seorang dokter anak asal Austria yang bernama Hans Asperger pada tahun 1994, yang saat masa kecilnya menunjukkan gejala bahwa Ia mengidap sindrom asperger juga.

Beberapa orang terkenal yang mengidap sindrom ini adalah:

Adam Young “Owl City”, Susan Boyle a Scottish singer, William Henry Gates III: Chairman of Microsoft, Sir Isaac Newton, Jane Austen: the best love writer in british litterature, Albert Einstein, Hans Christian Andersen that famous for his fairy tales, Satoshi Tajiri: founder of pocket monster, Michelangelo an Italian Renaissance painter, sculptor, architect, poet and engineer, Wolfgang Mozart, Ludwig Van Beethoven, Thomas Edison, Michael Jackson, Mark Twain dan masih banyak lainnya.

Bagaimanapun juga, apabila anda mengenal seseorang dengan ciri-ciri pengidap sindrom aperger ini, perlakukan lah mereka dengan baik, jangan mengatakan hal yang sensitif karena mereka cenderung akan berfikir dirinya seburuk yang dikatakan oleh orang lain bahwa dia seperti itu. dukunglah hal yang dia tekuni, karena hidup mereka tidak semudah orang lain pada umumnya.

Iklan

9 thoughts on “Asperger Syndrome

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s